(Terjemahan Jepang) Sang Ayah Pemasang Perancah – 鳶職の父
Terjemahan otomatis dari bahasa Vietnam. Lihat versi asli.
【鳶職の父】 SANG AYAH PEMASANG PERANCAH
公用でM高校へ出かけたある日のことだった。校長先生が、私達を呼び止められて、「時間がありましたら、お見せしたいものがありますので、校長室までお越しください」 と言われ、校長室に案内された。
Ini kisah suatu hari ketika saya sedang bertugas ke sebuah SMA M. Kepala sekolah memanggil kami dan berkata ” Kalau ada waktu, datanglah ke ruang kepala sekolah, ada sesuatu yang ingin saya perlihatkan kepada kalian”, lalu saya diantar ke ruang kepala sekolah.
「実はある生徒の作文ですが・・」 とA少年の経歴を話しながら、作文を朗読された。「僕の父親の職業は鳶職である・・・」という書き出しから始まり、内容はおよそ次の様なことが書かれている。
Sambil bercerita tentang seorang murid A “Sebenarnya ini karangan seorang murid” , kepala sekolah membacakan karangan itu untuk kami. Karangannya diawali kalimat “Pekerjaan Ayah saya adalah pekerja perancah…” dan isinya kurang lebih sebagai berikut.
「父親の休日は定まっていなかった。
雨の日以外は日曜日も祭日もなく、お定まりの作業服に汚れた古いオンボロ車を運転して仕事に出かける。
Hari libur Ayah tidak menentu. Kecuali hari hujan, entah Minggu maupun hari libur, Ayah selalu mengenakan pakaian kerja yang lusuh dan berangkat bekerja dengan sepeda motor tuanya yang reyot.
仕事が終わると頭から足の先まで、泥や埃で真っ黒くなって帰り、庭先で衣服を脱ぎ捨てて、褌ひとつになって風呂に飛び込むのが日課である。 僕の友達がいても平気で、そんな父の姿が恥ずかしく、嫌いだった。
Sepulang kerja, Ayah selalu pulang dengan tubuh berlumur lumpur dari kepala sampai kaki, membuang pakaiannya di halaman, dan hanya bercawat lalu melompat masuk ke bak mandi. Bahkan saat teman-teman saya ada di sana pun Ayah tidak sungkan; saya malu sekali dengan penampilan ayah dan saya membencinya.
小学校の頃、近所の友達は日曜日になると決まって両親に連れられて買い物や、食事に出かけて行き、僕は羨ましく思いながら見送ったものだ。 みんな立派な父さんがいていいなぁと涙が流れたこともあった。
Waktu SD, teman-teman di sekitar saya setiap hari Minggu diajak orang tuanya berbelanja atau makan di luar, dan saya hanya bisa memandangi mereka dengan iri. Ada kalanya air mata saya mengalir sambil berpikir “enak ya mereka punya ayah yang baik”.
たまの休みは、朝から焼酎を飲みながらテレビの前に座っていた。 母は『掃除の邪魔だからどいてよ』と掃除機で追っ払う。
Sesekali pada hari libur, sejak pagi ayah sudah duduk di depan TV dan minum shochu.
Ibu saya sambil mendorong penyedot debu berkata: “Minggir dong, menghalangi saya bersih-bersih”.
『そんな邪魔にすんなよ』父は逆らうでもなく焼酎瓶片手にウロウロしている。
Ayah pun tidak melawan, hanya berjalan berkeliling dengan botol shochu di tangan.
『濡れ落ち葉という言葉は、あんたにピッタリね・・この粗大ゴミ!』 『なるほど俺にそっくりかハハハ・・うまいことをいうなハハハ・・』と、父は受け流して怒ろうともせずゲラゲラ笑っている。
「Kata ” pengangguran” memang cocok untukmu, sampah kebesaran ini! 」gerutu ibu saya.
“Oh ya, mirip saya ya, hahaha… jangan bilang hal sebagus itu dong hahaha…”
Kata Ayah sambil tertawa tanpa tampak marah sedikit pun.
小学校の頃から、小遣いをくれるのも母だったし、買い物も母が連れて行ってくれた。 運動会も発表会も父が来たことなど一度もない。 こんな父親などいてもいなくってもかまわないと思ったりした。
Sejak SD, Ibulah yang memberi saya uang saku dan mengajak saya berbelanja. Sedangkan Ayah, sekali pun tidak pernah datang menonton pekan olahraga atau presentasi saya. Saya sempat berpikir bahwa ada atau tidak adanya ayah seperti itu tidak penting.
ある日、名古屋へ遊びに出かけた。
高層ビルの建築現場に『○○建設会社』と父親の会社の文字が目に入った。僕は足を止めてしばらく眺めるともなく見ていて驚いた。
Suatu hari, saya pergi bermain ke Nagoya. Saya melihat papan nama perusahaan ayah saya di lokasi pembangunan sebuah gedung tinggi. Saya berhenti dan menatapnya cukup lama, lalu terkejut.
8階の最高層に近いあたりに、命綱を体に縛り、懸命に働いている父親の姿を発見したのです。 僕は金縛りにあったようにその場に立ちすくんでしまった。
Hampir di puncak lantai 8, saya melihat ayah sedang bekerja mati-matian dengan tali pengaman terikat erat di tubuhnya. Saya terpaku di tempat seakan tubuh saya lumpuh.
あの飲み助の親父が、あんな危険なところで仕事をしている。 一つ違えば下は地獄だ。
Ayah saya – peminum itu ternyata bekerja di tempat yang begitu berbahaya. Satu kesalahan saja, neraka menanti di bawah sana.
女房や子供に粗大ゴミとか、濡れ落ち葉と馬鹿にされながらも、怒りもせず、ヘラヘラ笑って返すあの父が・・・
Ayah yang bahkan ketika diejek istri dan anaknya sebagai sampah kebesaran atau pengangguran pun tidak marah dan justru menjawab sambil tersenyum…
僕は体が震えてきた。
Tubuh saya gemetar.
“8階で働いている米粒ほどにしか見えない父親の姿が、巨像に見えてきた” 校長は少し涙声で読み続けた。
“Ayah, yang hanya terlihat sebesar butir beras sedang bekerja di lantai 8, mulai tampak seperti sebuah patung raksasa.”
Ibu kepala sekolah melanjutkan membaca dengan beberapa tetes air mata.
「僕はなんという不潔な心で自分の父を見ていたのか。母は父の仕事振りを見たことがあるのだろうか。
一度でも見ていれば、濡れ落ち葉なんて言えるはずがない。
僕は不覚にも涙がポロポロ頬を伝わった。 体を張って、命をかけて僕らを育ててくれる。何一つ文句らしいことも言わず、焼酎だけをたのしみに黙々働く父の偉大さ。 どこの誰よりも男らしい父の子供であったことを誇りに思う」
“Betapa merendahkannya cara saya memandang Ayah saya selama ini.
Apakah Ibu pernah melihat cara Ayah bekerja. Kalau melihatnya sekali saja, pasti Ibu tidak akan menyebut Ayah pengangguran. 
Tanpa sadar, air mata saya mengalir di pipi. Ayah mempertaruhkan diri dan nyawanya untuk membesarkan kami hingga menjadi orang. Kebesaran seorang ayah yang bekerja dalam diam, hanya menikmati shochu tanpa mengeluh sedikit pun. Saya bangga menjadi anak laki-laki dari ayah yang lebih jantan daripada siapa pun”.
そして彼は最後にこう書き結んでいる。
Dan pada akhirnya dia menulis:
「一生懸命勉強して、一流の学校に入学し、一流の企業に就職して、 日曜祭日には女房子供を連れて、一流レストランで食事をするのが夢だったが、 今日限りこんな夢は捨てる。
” Impian saya adalah: Belajar dengan tekun, masuk sekolah terbaik, mendapat pekerjaan di perusahaan terbaik, mengajak istri dan anak makan malam di restoran terbaik pada hari Minggu dan hari libur. Tetapi, Mulai sekarang, saya akan membuang impian ini.
これからは、親父のように、汗と泥にまみれて、自分の腕で、自分の体でぶつかって行ける、 そして黙して語らぬ父親の生き様こそ本当の男の生き方であり、僕も親父の跡を継ぐんだ」と。
Mulai sekarang, seperti ayah saya, bermandi keringat dan lumpur, dengan lengan dan tubuh saya sendiri saya akan terjun ke dalam kehidupan. Dan cara hidup ayah saya – selalu diam, tidak mengeluh, adalah cara hidup seorang laki-laki sejati, dan saya akan mengikuti jejaknya.”
読み終わった校長は、
Setelah selesai membaca, kepala sekolah berkata:
「この学校にこんな素晴らしい生徒がいたことをとても嬉しく思います。こういう考え方を自分で判断することが教育の根本だと思います。そして子の親としてつくづく考えさせられました」としみじみ言った。
” Saya senang sekali ada murid sehebat itu di sekolah ini. Saya rasa kemampuan merenungkan sendiri cara berpikir seperti ini justru merupakan dasar dari pendidikan. Dan sebagai orang tua dari seorang anak, hal itu membuat saya merenung dalam-dalam.”
差し出されたお茶はとっくに冷えていたが、とっても温かくおいしかった。
Tehnya sudah dingin, tetapi terasa begitu hangat dan nikmat!
ST. Nguyễn Lài