Budaya Membungkuk Orang Jepang dalam Berkomunikasi
Terjemahan otomatis dari bahasa Vietnam. Lihat versi asli.
Budaya membungkuk dalam budaya Jepang disebut Ojigi(お辞儀)
☀️ Saat menerima mitra dari Jepang, memahami dan melaksanakan aturan sapaan dalam budaya Jepang adalah nilai tambah yang sangat besar yang menunjukkan wawasanmu dan rasa hormat terhadap budaya negara mereka. Budaya membungkuk adalah keindahan budaya yang wajib kamu serap agar bisa berbaur dengan orang Jepang, sekaligus menunjukkan bahwa kamu orang yang berpendidikan, sopan, santun, dan tahu tata krama.
☀️ Jenis membungkuk berubah tergantung kedudukan sosial dan hubungan komunikasi. Dan ada aturan wajib bahwa “orang yang lebih rendah” selalu harus menyapa “orang yang lebih tinggi” saat bertemu. Misalnya ketika orang yang lebih muda (yang lebih rendah) menyapa orang yang lebih tua (yang lebih tinggi); murid (yang lebih rendah) menyapa guru (yang lebih tinggi)…
☀️ Saat membungkuk kita harus menjaga punggung tetap lurus dengan kepala terangkat, tubuh bagian atas perlahan condong ke depan tetapi tubuh bagian bawah tetap lurus. Bagi laki-laki kedua tangan diletakkan lurus di samping badan, sedangkan bagi perempuan kedua tangan diletakkan di depan bagian bawah baju membentuk huruf V, telapak tangan kanan di atas telapak tangan kiri. Mata selalu mengarah ke bawah saat kita melakukan gerakan membungkuk; makin dalam dan makin lama membungkuk, makin besar rasa hormat kita kepada mitra. Terakhir, jangan lupa tersenyum ramah untuk menunjukkan sikap hangat kepada mitra.
💯 Untuk menunjukkan bahwa kamu orang yang berwawasan, sopan, dan santun, jangan lupa membungkuk saat bertemu mitra dari Jepang ya, hal ini akan memberi kesan yang sangat baik bagi mitramu!!!
Ada 3 jenis sapaan dasar, yaitu Eshaku (会釈)、Keirei(敬礼)dan Saikeirei(最敬礼)

Sapaan Eshaku(会釈)
Ini jenis sapaan untuk kerabat, orang seusia, sekelas, dan sekedudukan sosial; menunjukkan keakraban dan kelembutan. Saat menyapa dengan cara ini cukup membungkukkan badan sekitar 15 derajat selama 1 sampai 2 detik. Eshaku juga jenis sapaan paling sederhana dan paling banyak dipakai orang Jepang setiap hari. Dalam budaya kantor, saat bertemu rekan kerja untuk pertama kalinya pada hari itu kamu bisa menyapa dengan cara ini; pada pertemuan berikutnya di hari yang sama kamu cukup tersenyum dan menundukkan kepala kepada mereka.

Sapaan Keirei(敬礼)
Keirei menunjukkan tingkat keresmian yang lebih tinggi daripada Eshaku. Ini jenis sapaan saat menyapa atasan, orang yang lebih tua, atau pelanggan dan mitra penandatangan kontrak serta rekan usaha,… Saat menyapa, badan dibungkukkan 30 sampai 35 derajat selama 2 sampai 3 detik. Kalau kamu sedang duduk di lantai dan ingin melakukan sapaan ini maka kedua tangan harus ditelungkupkan ke lantai dengan jarak kedua tangan 10 sampai 20cm lalu membungkuk (jaga jarak dari kepala ke lantai sekitar 10 sampai 15cm).

Sapaan Saikeirei(最敬礼)
Jenis sapaan ini menunjukkan rasa hormat tertinggi kepada lawan. Saat menyapa dengan cara ini orang Jepang biasanya membungkuk dalam pada sudut 45 sampai 60 derajat dan bertahan sekitar 3 detik, bahkan lebih lama. Orang Jepang biasanya memakai sapaan Saikeirei untuk menyatakan rasa syukur dan hormat kepada yang mahatinggi dan suci seperti Dewa, Buddha, Tuhan,… atau kepada orang yang sangat penting seperti kakek nenek, orang tua,… Selain itu, sapaan ini juga dipakai untuk menunjukkan penyesalan yang tulus saat meminta maaf kepada seseorang atas kesalahan yang kita buat sendiri.
ST.
Baca juga:
Kalimat Percakapan Dasar Bahasa Jepang
200 Kalimat Percakapan Bahasa Jepang yang Umum