23 Keunikan Orang Jepang

20/08/202310 menit baca

Terjemahan otomatis dari bahasa Vietnam. Lihat versi asli.

23 Keunikan Orang Jepang

Artikel ini merangkum hampir semua ciri khas orang Jepang. Belajar sebuah bahasa sambil memahami budaya dan orang-orang negara tersebut adalah hal yang luar biasa.

1. Kebiasaan orang Jepang membagi tagihan
Di Jepang, membagi tagihan saat makan bersama adalah hal biasa bagi teman, bahkan bagi pasangan yang sedang berkencan. Dalam bahasa Jepang biasanya disebut betsu-betsu (別々), artinya dipisah masing-masing.

Semua orang akan membagi perkiraan bagian yang harus dibayar masing-masing. Namun kalau tagihannya mahal, pria atau orang yang berkedudukan lebih tinggi biasanya membayar sedikit lebih banyak.

Kamu juga perlu ingat hal ini tidak berlaku dalam situasi bisnis. Saat makan bersama mitra, pihak perusahaan yang ingin menegosiasikan kontrak atau menjual produklah yang membayar. Sama sekali tidak boleh dibagi atau dibiarkan klien yang membayar. Kalau klien sampai melakukannya, itu berarti peluang perusahaan tinggal sedikit.

2. Itadakimasu
Sebelum makan, orang Jepang biasanya mengucapkan “Itadakimasu”. Itu ungkapan sopan yang berarti “selamat menikmati”. Bersamaan dengan itu tangan dikatupkan seperti sedang berdoa.

Orang Jepang juga banyak dipengaruhi agama Buddha. Kata ini pun berasal dari pandangan tersebut, yang bermakna rasa syukur karena menerima kehidupan dari segala sesuatu di dunia. Selain itu juga merupakan ucapan terima kasih khusus bagi mereka yang menyiapkan hidangan – petani, warga, dan juru masak.

3. Tidak menuang minuman untuk diri sendiri
Di Jepang, dalam sebuah pesta, menuang minuman untuk diri sendiri dianggap tidak sopan. Sebaliknya, tuangkanlah untuk orang lain, dan akan ada orang yang memperhatikan lalu melakukan hal yang sama untukmu.

Ini adalah tindakan yang menunjukkan kepekaan orang Jepang, yang selalu memperhatikan orang lain. Membeli minuman berukuran besar yang bisa diminum bersama juga lazim di Jepang dalam acara berkumpul.

4. Aturan dalam membuang sampah
Papan petunjuk pembuangan sampah orang Jepang pasti akan membuatmu terheran-heran. Terlalu banyak aturan tentang cara membuang sampah yang benar. Mulai dari cara membungkus sampah hingga pemilahan untuk daur ulang oleh truk pengangkut, semuanya diatur dengan jelas.

Setiap lingkungan di Jepang menunjuk satu orang untuk mengelola dan mengawasi kegiatan membuang sampah. Hal ini membuat semua orang lebih sadar menaati aturan tersebut. Selain itu, dengan memahami dan terbiasa melakukan prosedur yang benar, membuang sampah dengan benar tidak lagi menjadi kekhawatiran siapa pun.

5. Menghindari mengatakan langsung hal-hal yang tidak berkenan
Tidak mengherankan kalau orang Jepang dikagumi seluruh dunia karena kesopanannya. Mereka biasanya tidak mengatakan secara langsung hal-hal yang tidak berkenan atau bisa menimbulkan konflik. Mereka menganggap mengatakannya secara langsung adalah hal yang tidak peka.

Kalau kamu memahami hal ini, kamu akan mudah menyadari bahwa orang Jepang akan memberi isyarat halus alih-alih menyatakannya terang-terangan. Kemampuan membaca isyarat dianggap sebagai keterampilan komunikasi penting yang harus dikuasai saat datang ke Jepang.

6. Tidak menunjuk dengan jari
Sebaiknya kamu menghindari menunjuk dengan jari di Jepang. Sebab hal itu dianggap sebagai tindakan mengancam. Sebagai gantinya, tunjukkan arah dengan telapak tangan terbuka. Memberi petunjuk secara lisan juga lebih lazim di Jepang daripada dengan gerakan tubuh.

7. Menghormati sumpit
Sumpit di Jepang adalah benda yang menuntut penghormatan. Karena itu ada beberapa aturan pemakaian sumpit yang perlu kamu perhatikan.
Hindari memakainya untuk keperluan selain makan. Misalnya untuk menunjuk atau memegangnya menggantung saat berbicara.
Hindari mengambil makanan bersamaan dengan orang lain dari satu piring yang sama pada saat yang sama
Hindari mengaduk-aduk sumpit di piring makanan. Ambillah makanan dari bagian piring yang paling dekat denganmu!
Hindari menusuk makanan dengan sumpit kalau kamu merasa sulit mengambilnya. Orang Jepang menganggap ini tindakan kasar terhadap makanan.

Hindari mengaduk sumpit di dalam mangkuk sup. Orang Jepang menganggap kamu sedang “membersihkan sumpit”.
Hindari memindahkan makanan dari sumpitmu ke sumpit orang lain. Ini tindakan yang sangat pantang karena mengingatkan pada upacara pemakaman orang Jepang.

8. Membungkuk
Berjabat tangan adalah bentuk sapaan yang umum di Jepang. Kamu tidak harus membungkuk kalau tidak terbiasa dengan cara itu. Melakukan keduanya sekaligus justru akan membuat lawan bicaramu sangat canggung dan salah tingkah!

9. Memakai handuk basah sebelum makan
Oshibori adalah handuk lembap yang biasanya disediakan di restoran Jepang. Handuk ini dipakai untuk membersihkan tangan sebelum makan. Oshibori disajikan panas atau dingin tergantung cuaca, untuk memberi tamu kenyamanan terbaik. Sebaiknya hindari memakai Oshibori untuk mengelap wajah atau sebagai alas saat makan, karena itu dianggap tidak sopan di Jepang.

Kini handuk ini tidak hanya banyak dijumpai di restoran, tetapi juga di pesawat, spa… Handuk ini mewakili citra Jepang yang sopan dan peka bahkan dalam hal terkecil.

10. Memakai keigo saat berbicara
Keigo adalah cara bicara yang menunjukkan rasa hormat pembicara kepada pendengar (bahasa hormat). Tergantung lawan bicaranya, tingkat penggunaan Keigo pun berbeda-beda. Bahkan bagi orang Jepang sendiri, menguasai Keigo dengan lancar merupakan tantangan besar.

Meski begitu, jangan sampai kamu meninggalkan Keigo dalam situasi yang menuntutnya saat berkomunikasi di Jepang. Kalau tidak, kamu akan dianggap kasar dan tidak memahami budaya Negeri Matahari Terbit.

11. Menghargai kartu nama
Kartu nama disebut Meishi dalam bahasa Jepang dan berperan sangat penting dalam budaya Jepang. Menunjukkan penghargaan saat menerima Meishi dari orang lain juga merupakan seni dalam berkomunikasi di sana. Terimalah dengan kedua tangan dan amati baik-baik. Dalam pertemuan dengan mereka, sebaiknya kamu meletakkan kartu yang baru diterima di atas meja di depanmu. Itu menunjukkan sikap menghargai hubungan kalian. Koleksi Meishi juga merupakan aset yang diinginkan setiap pelaku bisnis. Kamu akan dianggap punya keterampilan relasi yang baik kalau memiliki banyak Meishi di Jepang.

12. Menjinjing ransel di tangan
Di kereta dan bus yang padat, orang Jepang biasanya melepas ransel dan memegangnya di tangan. Tindakan ini juga berasal dari keindahan watak orang Jepang. Mereka selalu menginginkan hal baik bagi orang di sekitarnya.
Sebagian besar perusahaan transportasi telah berupaya membimbing jutaan penumpang untuk bersikap pantas. Selain itu, mereka juga banyak berinvestasi pada gagasan-gagasan untuk meningkatkan kesadaran warga di transportasi umum.

13. Jangan memberi tip walaupun kamu miliarder
Di Jepang, kamu tidak perlu memberi tip untuk layanan restoran atau taksi. Memberi uang “komisi” di sana justru bisa dianggap menghina atau setidaknya membuat pegawai merasa canggung.

Mereka melayani pelanggan dengan setulus hati, tanpa maksud lain. Karena itu terimalah semangat pelayanan yang luar biasa ini sebagai hadiah yang diberikan orang Jepang untukmu

14. Selalu membawa payung
Orang Jepang selalu membawa payung. Kebiasaan ini juga berasal dari budaya orang Jepang yang tertanam sejak kecil, yaitu bersikap sopan, peka, dan tidak mengganggu orang lain.

Sebab mereka sangat takut membuat orang di sekitarnya basah saat berada di bus atau kereta yang padat. Restoran dan toserba menyediakan pembungkus payung bagi tamu agar lantai tidak menjadi licin.

15. Semangat kerja tim
Orang Jepang selalu identik dengan citra kerja tim. Hasil kerja adalah usaha seluruh kelompok, bukan hanya satu orang. Dalam banyak kasus, karyawan tetap bekerja sampai larut karena belum ada anggota timnya yang pulang lebih dulu. Orang yang pulang mendahului anggota tim lainnya akan dianggap tidak puas dengan pekerjaannya.

16. Memberi Oseibo dan Ochugen
Oseibo dan Ochugen adalah hadiah musim dingin dan musim panas yang disiapkan keluarga. Hadiahnya biasanya buah, bir, atau makanan manis. Mereka memberikannya kepada kerabat, tetangga, atau siapa pun yang telah membantu selama setahun terakhir. Oseibo dan Ochugen adalah hadiah antarkeluarga, bukan antarpribadi.

17. Membunyikan klakson
Pengemudi di Jepang biasanya sangat sabar dan menghindari mendesak orang lain dengan klakson. Klakson hanya dipakai untuk keadaan berbahaya.

Bunyi peringatan atau lampu berkedip di jalan biasanya merupakan peringatan bahwa kamu tidak menyalakan lampu pada malam hari.

18. Hindari merokok dan berbicara keras di tempat umum
Orang Jepang terkenal bersikap sopan dan peka. Merokok, mengobrol, atau mendengarkan musik terlalu keras adalah hal yang pantang di tempat umum di Jepang. Kamu akan memperhatikan bahwa orang Jepang sangat jarang mengobrol di transportasi umum.

Karena itu sebaiknya kamu menghindari menelepon di kereta atau bus. Merokoklah di tempat yang disediakan, hindari melakukannya di tempat umum agar tidak mengganggu orang lain.

19. Tidak menulis nama dengan tinta merah
Kalau kamu berniat tinggal di Jepang, sebaiknya buang pikiran untuk menulis apa pun dengan tinta merah. Dahulu orang Jepang biasa menulis nama orang yang sudah meninggal dalam buku keluarga dengan tinta merah. Mereka menganggap tinta merah hanya untuk menuliskan nama orang yang sudah meninggal.

Meski ini pandangan zaman dahulu, sampai sekarang orang Jepang masih menganggap menulis nama seseorang dengan tinta merah sebagai hal yang sangat kasar. Karena itu hindarilah memakai pena merah agar tidak menimbulkan salah paham yang tidak perlu!

20. Tidak memakai sepatu di dalam rumah
Kamu perlu melepas sepatu di pintu masuk hotel, rumah, dan kantor di Jepang. Biasanya mereka menyediakan sandal untuk dipakai di dalam.

Namun jangan pernah memakai sandal saat melangkah ke ruangan bertatami (tatami adalah alas yang dipakai untuk melapisi lantai rumah tradisional Jepang). Beberapa orang asing masih memakai sandal masuk ke kuil yang beralaskan tatami di Jepang. Perhatikan hal ini agar tidak terjadi salah paham yang tidak perlu!

21. Tidak memakai sendok saat menyantap sup
Sup disajikan dalam mangkuk kecil, misalnya sup miso. Sup biasanya disajikan di awal hampir semua santapan Jepang. Kamu tidak perlu memakai sendok saat menyantap sup. Sebagai gantinya, kamu bisa mendekatkan mangkuk ke mulutmu dan menyeruputnya.

22. Sentuhan akrab
Orang Jepang tidak suka sentuhan seperti dipeluk atau ditepuk punggungnya dari belakang. Mereka merasa tidak nyaman dengan gerakan semacam itu. Pasangan kekasih pun cenderung menghindari keakraban fisik di tempat umum.

23. Tempat duduk saat rapat
Dalam rapat bisnis, semua orang dari satu perusahaan duduk di sisi yang sama. Tamu duduk di bagian paling dalam ruangan, paling jauh dari pintu. Ini dianggap posisi duduk yang baik bagi orang Jepang

Setiap kebiasaan atau tindakan orang Jepang berasal dari tradisi indah yang tertanam sejak kecil. Segeralah ke Jepang agar berkesempatan merasakan hal-hal menarik ini!

Artikel ini merangkum hampir semua ciri khas orang Jepang. Belajar sebuah bahasa sambil memahami budaya dan orang-orang negara tersebut adalah hal yang luar biasa.

Baca juga:
10 Simbol Keberuntungan Orang Jepang
8 Cara Meminta Maaf dalam Bahasa Jepang Sesuai Situasinya

Artikel terkait