Cara Memakai Partikel Akhir Kalimat dalam Bahasa Jepang
Terjemahan otomatis dari bahasa Vietnam. Lihat versi asli.
Cara Memakai Partikel Akhir Kalimat dalam Bahasa Jepang
Seperti bahasa Vietnam, bahasa Jepang juga punya sistem partikel akhir kalimat seperti “ya”, “kok”, “lho”…Namun, pelajar bahasa Jepang di Vietnam jarang tahu memakai sistem partikel ini dalam percakapan. Lewat tulisan ini, kami berharap bisa menyediakan materi berguna yang membantu pembelajar memahami dan memakai sistem partikel ini.
Seperti bahasa Vietnam, bahasa Jepang juga punya sistem partikel yang berada di akhir kalimat (終助詞) untuk menyatakan perasaan pembicara yang ingin disampaikan kepada pendengar seperti: な、ぞ、ぜ、ね、さ、よ、もんか、かな、かしら、もの、もん、わ、い、の、じゃん、ろ、っけ… Meskipun sistem partikel ini sangat banyak dipakai orang Jepang, pembelajar di Vietnam belum memahami betul cara pemakaiannya sehingga sangat jarang memakainya. Karena itu, saya berharap tulisan kecil saya akan membantu pembelajar percaya diri memakainya saat berkomunikasi dengan orang Jepang, sehingga menciptakan kesan yang kuat saat berbicara dengan orang Jepang.
1. Ciri-ciri partikel akhir kalimat dalam bahasa Jepang
Partikel akhir kalimat adalah jenis akhiran yang muncul di akhir kalimat, membentuk predikat untuk menyatakan berakhirnya sebuah ucapan. Partikel akhir ini punya berbagai bentuk seperti:
– Bentuk pernyataan biasanya dijumpai pada partikel ぞ、ぜ、さ、よ..
Contoh: 俺は行くぜ。 (Aku pergi dulu!)
絶対行くもん。(Pokoknya aku pasti pergi!)
– Bentuk pertanyaan biasanya dijumpai pada partikel か、かな、かしら、い、の、ろ、っけ…
Contoh: 明日雨かな。(Besok hujan tidak ya?)
日本での生活はどうかしら。(Bagaimana ya kehidupan di Jepang?)
もう食べたろ。 (Kamu sudah makan kan?)
– Bentuk perintah biasanya dijumpai pada partikel な
Contoh: 触るな。 (Dilarang menyentuh!)
– Bentuk usulan biasanya dijumpai pada partikel じゃん
Contoh: 行けばいいじゃん。(Pergi saja kan!)
Beberapa ciri partikel akhir kalimat dalam bahasa Jepang:
– Hanya dipakai dalam bahasa lisan untuk membantu menyampaikan maksud pembicara dengan lebih baik, membangun hubungan akrab antara pembicara dan pendengar.
– Pemakaian sistem partikel di akhir kalimat juga menjadi tolok ukur untuk mengenali bahasa laki-laki dan perempuan.
– Kita juga bisa melihat tingkatan kedudukan lewat cara memakai partikel dalam percakapan.
2. Memperkenalkan beberapa partikel yang sering dijumpai
2.1. Partikel ぞ
Di antara partikel akhir kalimat, partikel ぞ adalah kata seru yang paling kuat. ぞ menunjukkan dengan jelas kedudukan pembicara terhadap pendengar. Partikel ini biasanya dipakai ketika pembicaranya laki-laki dan kedudukan sosialnya lebih tinggi daripada pendengar, dengan nuansa yang tegas. Misalnya dipakai saat ayah berbicara kepada anak, suami kepada istri, guru kepada murid, atau antara teman laki-laki yang akrab.
Contoh: Mari bandingkan nuansa kalimat dengan dan tanpa partikel ぞ
2.1.1 明日は行かないぞ。 (Besok aku tidak akan pergi lho!)
明日は行かない。 (Besok aku tidak pergi.)
2.1.2 今度そんなことをしたら、許さないぞ。(Lain kali kalau masih berbuat begini lagi, aku tidak akan memaafkan lho!)
今度そんなことをしたら、許さない。(Lain kali kalau masih berbuat begini lagi, aku tidak akan memaafkan.)
2.1.3 部屋汚いぞ。 (Kamarnya kotor sekali lho!)
部屋汚い。 (Kamarnya kotor.)
Jelas sekali partikel ぞ membuat kalimat lebih bernuansa, lebih kuat, dan lebih tegas.
2.2. Partikel ぜ
Cara memakai partikel ぜ juga sama dengan ぞ, tetapi partikel ぜ bernuansa lebih lembut. Partikel ini biasanya dipakai antarlaki-laki dalam satu kelompok yang akrab. Namun hanya orang yang berkedudukan lebih tinggi yang bisa memakai ぜ kepada orang yang berkedudukan lebih rendah. Sama seperti partikel ぞ, perempuan tidak memakai partikel ぜ.
Contoh: Mari bandingkan nuansa kalimat dengan dan tanpa partikel ぜ:
2.2.1. 外寒いぜ。 (Di luar dingin lho!)
外寒い。 (Di luar dingin. )
2.2.2. その仕事頼んだぜ。 (Pekerjaan itu aku titipkan padamu ya!)
その仕事頼んだ。 (Pekerjaan itu aku titipkan padamu.)
2.2.3. 俺は行くぜ。 (Aku pergi dulu!)
俺は行く。 (Aku pergi.)
2.3. Partikel な
Ini partikel yang biasanya dipakai kaum laki-laki. Cara pemakaiannya mirip dengan question tag (Tag question) dalam bahasa Inggris. Partikel ini dipakai saat menyatakan perasaan, menyampaikan dugaan yang belum pasti, dan saat pembicara mengharapkan persetujuan dari pendengar. Karena itu partikel ini agak memaksakan.
Contoh: Mari bandingkan nuansa kalimat dengan dan tanpa partikel な:
2.3.1. 昨日来なかったな。 (Kemarin kamu tidak datang ya!)
昨日来なかった。 (Kemarin kamu tidak datang.)
2.3.2. 今日はいい天気だな。(Hari ini cuacanya bagus sekali ya!)
今日はいい天気だ。 (Hari ini cuacanya bagus.)
Dalam beberapa hal, baik laki-laki maupun perempuan memakai partikel な untuk menyatakan perasaan, dan biasanya berupa ucapan pada diri sendiri. Saat itu partikel な diucapkan memanjang menjadi なあ untuk menegaskan.
Contoh:
2.3.3. すごいなあ。 (Hebat sekali ya!)
2.3.4. 雪が降るなあ。 (Wah saljunya turun!)
Dalam kalimat inversi, なあ juga sering dipakai.
Contoh:
2.3.5. 楽しかったなあ、あのころは。(Betapa menyenangkannya masa itu!)
2.3.6. よく頑張ったなあ、お互いに。(Kita berdua sudah berusaha sekuat tenaga.)
Ketika な muncul dalam kalimat perintah, mengikuti kata kerja bentuk kamus dan dipakai kaum laki-laki, maka biasanya berarti memerintah orang yang berkedudukan lebih rendah.
Contoh:
2.3.7. 触るな。 (Dilarang menyentuh!)
2.3.8. 見るな。 (Dilarang melihat!)
2.4. Partikel ね
Sama seperti partikel な, partikel ね biasanya dipakai ketika pembicara ingin mencari persetujuan dari pihak pendengar. Namun partikel ini tidak sememaksa partikel な. Partikel ね dipakai untuk menyatakan perasaan dan biasanya dipanjangkan menjadi ねえ. Kuat lembutnya perasaan bergantung pada konteks kemunculannya.
Contoh:
2.4.1. きれいな部屋ねえ。 (Kamarnya bersih sekali ya!)
2.4.2. これは私のね。 (Ini punyaku kan!)
Dalam beberapa hal, untuk membuat ucapan lebih lembut, orang menambahkan の sebelum ね pada kalimat yang berakhir dengan kata sifat い atau kata kerja. Atau memakai なの sebelum ね pada kalimat yang berakhir dengan kata sifat な dan kata benda.
Contoh:
2.4.3. やすいのね。 (Murah sekali!)
2.4.4. 大変なのね。 (Berat sekali!)
Terakhir, partikel ね juga dipakai saat ingin memastikan kembali informasi dari lawan bicara. Saat itu pembicara akan menaikkan nada pada partikel ね.
Contoh:
A:すみません、田中さんの電話番号は何番ですか。
B:093―123―4567です。
A: 093―123―4567ですね↑。どうも
2.5. Partikel さ
Partikel さ dipakai ketika pembicara berkedudukan lebih tinggi atau setara dengan pendengar. Kaum laki-laki lebih sering memakainya daripada perempuan. Partikel さ dipakai saat ingin menyatakan penegasan dan ketegasan ketika menunjukkan hal yang sudah jelas atau saat mengkritik.
Contoh:
2.5.1. そんなこと分かってるさ。( Aku paham hal itu kok! (dan aku tidak perlu kamu memberitahuku) )
2.5.2. 僕もつらいさ。 (Aku juga susah kok!)
2.5.3. うまくいくさ。 (Aku tahu semuanya akan baik-baik saja kok!)
2.5.4. お前が仕事しないからさ。(Itu karena kamu tidak mau bekerja.)
Sama seperti partikel ぜ、ぞ、さ、な yang biasanya banyak dipakai kaum laki-laki, hal ini menunjukkan bahwa dalam masyarakat Jepang zaman dulu orang sangat mengutamakan laki-laki, dan perempuan tidak punya hak menyampaikan pendapat dan pandangannya. Tingkatan kedudukan dalam masyarakat juga terlihat jelas dalam cara memakai partikel. Hanya orang yang berkedudukan lebih tinggi yang bisa memakainya untuk berbicara dengan orang yang berkedudukan lebih rendah.
2.6. Partikel よ
Partikel よ dipakai ketika pembicara ingin menyampaikan kepada pendengar informasi yang mereka anggap tidak diketahui pendengar. Karena itu partikel ini mengandung nuansa percaya diri dan tegas dari pembicara. Lembut (dipakai perempuan) atau kuatnya (dipakai laki-laki) kalimat bergantung pada konteks kemunculannya.
Contoh:
2.6.1. 明日会議よ。 (Rapatnya besok lho!)
2.6.2. これきれいよ。 (Ini indah lho!)
2.6.3. この花紫よ。 (Bunga ini berwarna ungu lho!)
Dalam contoh-contoh di atas, ketika kita melihat kalimat berakhir dengan kata benda atau kata sifat yang menyatakan keindahan dan warna, maka sebagian besar itu ucapan perempuan.
Sedangkan laki-laki memakai よ setelah bentuk keadaan atau bentuk singkat.
Contoh:
2.6.4. 来年行くよ。 (Tahun depan aku pergi lho!)
2.6.5. 次の番組は3時からだよ。(Acara berikutnya mulai pukul 3 lho!)
Ketika kalimat berakhir dengan kata sifat い atau kata kerja, orang biasanya menambahkan の sebelum よ.
Contoh:
2.6.6. 台湾からお客さんが来たのよ。(Tamunya datang dari Taiwan lho!)
Untuk kalimat yang berakhir dengan kata benda maka menjadi なのよ.
Contoh:
2.6.7. 彼はアメリカ人なのよ。(Dia orang Amerika lho!)
Orang juga sering memakai ね setelah よ agar ucapannya lebih lembut.
Contoh:
2.6.8. そうだよね。 (Iya ya)
2.7. Partikel もんか
Dipakai kaum laki-laki dengan makna menegaskan tekad untuk tidak melakukan sesuatu lagi. Dalam bahasa tulis menjadi ものか.
Contoh:
2.7.1. あんな所もう行くもんか。(Aku tidak akan pernah lagi pergi ke tempat seperti itu, atau Ogah aku datang ke tempat itu lagi).
2.8. Partikel か
Ketika partikel ini berada di akhir kalimat lalu dibaca dengan nada naik, maksudnya menanyakan suatu informasi, dan dipakai baik oleh laki-laki maupun perempuan.
Contoh:
2.8.1. これか↑。(Yang ini ya?) . Laki-laki sering memakai bentuk ini.
2.8.2. これですか↑。(Yang ini bukan?) Perempuan sering memakai bentuk ini.
2.8.3. 行くか↑。(Kamu pergi tidak?) Laki-laki sering memakai bentuk ini.
2.8.4. 行きますか↑。(Anda pergi tidak?) Perempuan sering memakai bentuk ini.
Namun, ketika partikel ini berada di akhir kalimat dan dibaca dengan nada turun maka itu bukan lagi kalimat tanya melainkan menyatakan keterkejutan dan kekecewaan.
Contoh:
2.8.5. これか↓。 (Yang ini toh?)
2.8.6. 失敗したか↓。 (Gagal toh?)
2.9.Partikel かな
かな kira-kira diterjemahkan “saya bimbang; saya bertanya-tanya; saya heran; entah bagaimana ya; entah benarkah; entah apakah”, dipakai untuk menyatakan sesuatu yang belum pasti atau dipakai saat bertanya pada diri sendiri. Kaum laki-laki sangat sering memakai partikel ini.
Contoh:
2.9.1. 明日雨かな。 (Besok hujan tidak ya.)
2.9.2. 日本での生活はどうかな。(Bagaimana ya kehidupan di Jepang.)
2.10. Partikel かしら
Partikel ini juga bermakna sama dengan かな tetapi dipakai ketika pembicaranya perempuan.
Contoh:
2.10.1. 明日雨かしら。 (Besok hujan tidak ya.)
2.10.2. 日本での生活はどうかしら。(Bagaimana ya kehidupan di Jepang.)
2.11. Partikel もの
Partikel ini kira-kira diterjemahkan “karena; alasannya” dipakai untuk menunjukkan alasan atau dipakai saat meminta maaf. Kaum perempuan sangat sering memakai partikel ini tepat setelah “です” dalam kalimat. Kaum laki-laki tidak memakai partikel ini.
Contoh:
2.11.1. 出かけません。とても寒いんですもの。(Tidak pergi ke mana-mana. Habis dingin sekali!)
2.12. Partikel もん
Partikel ini adalah bentuk singkat dari partikel もの dan biasanya muncul dalam bahasa lisan dengan makna menyatakan keluhan, tekad, atau kepastian tentang sesuatu.
Contoh:
2.12.1. そんなこと知らないもん。(Mana aku tahu soal itu!)
2.12.2. ちゃんとやったもん。(Aku bersumpah aku sudah mengerjakannya dengan benar kok!)
2.12.3. 絶対行くもん。 (Pokoknya aku pasti pergi!)
2.13. Partikel わ
Kaum perempuan sering memakai partikel ini. Maknanya adalah menyatakan perasaan pembicara agar suaranya terdengar lebih lembut, menciptakan rasa senasib antara pembicara dan pendengar.
Contoh:
2.13.1. コンサートーは素晴らしかったわ。(Konsernya sungguh luar biasa!)
2.13.2. この料理は美味しいわ。(Masakan ini enak sekali!)
2.13.3. この答え間違ってると思うわ。(Aku khawatir jawaban ini salah.)
Setelah partikel わ orang biasanya menambahkan よ atau ね.
2.13.4. 知っているわよ。(Aku sudah tahu kok!)
2.13.5. にぎやかになるわね。(Ramai sekali!)
2.14. Partikel い
Partikel ini selalu muncul setelah だ atau か dalam kalimat tanya yang akrab, menunjukkan ketegasan pembicara. Hanya kaum laki-laki yang memakai partikel ini.
Contoh:
2.14.1. どこへ行くんだい。 (Mau ke mana?)
2.14.2. どうしたんだい。 (Kenapa?)
2.14.3. 怪我しなかったかい。(Kamu tidak terluka kan?)
2.14.4. そんなに痛いかい。(Sesakit itukah?)
2.15. Partikel の
Ketika の berada di akhir kalimat dan dibaca dengan nada naik maka kalimat itu berubah menjadi kalimat tanya. Saat itu yang berada sebelum の adalah kata kerja, kata benda, atau kata sifat bentuk singkat.
Contoh:
2.15.1. 今日学校へ行くの。 (Hari ini sekolah tidak?)
2.15.2. どうしたの。 (Kenapa?)
Kaum perempuan sering memakai の dalam kalimat pernyataan dan mengucapkannya dengan nada rendah untuk menyatakan perasaan, berharap pendengar bersimpati kepadanya.
Contoh:
2.15.3. 大きい家が買いたいの。(Ingin sekali membeli rumah besar!)
2.15.4. この歌手すごいの。 (Penyanyi ini hebat sekali!)
2.16. Partikel じゃん
Baik laki-laki maupun perempuan memakai partikel ini untuk menyatakan sebuah usulan, memberi pendengar kesan akrab atau kesal tergantung konteksnya.
Contoh:
2.16.1. 今食べればいいじゃん。(Makan saja sekarang kan!)
2.16.2. 前に言ったじゃん。 (Tuh kan, sudah kubilang!)
2.16.3. 行けばいいじゃん。 (Pergi saja kan!)
2.17. Partikel ろ
Hanya kaum laki-laki yang memakai partikel ini dan hanya dipakai dalam kalimat tanya. Partikel ini dipakai dalam bahasa lisan, bermakna memaksa atau menyatakan sikap meremehkan dan menyindir.
Contoh:
2.17.1. もう食べたろ。 (Kamu sudah makan kan?)
2.17.2. 言っただろ。 (Bukankah sudah kubilang!)
2.18. Partikel っけ
Partikel ini dipakai ketika pembicara tidak yakin tentang apa yang sedang dikatakannya, biasanya dipakai saat berbicara sendiri.
Contoh:
2.18.1. 昨日だったけ。 (Kemarin ya.)
3. Kesimpulan
Bahasa Jepang adalah bahasa yang rumit. Terutama adanya perbedaan antara bahasa tulis dan bahasa lisan, serta antara cara bicara laki-laki dan perempuan. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, gejala memakai bahasa gaul, bunyi yang diubah, cara bicara kasar, dan tidak memakai bentuk sopan bukan lagi hal yang jarang dijumpai dalam ucapan kaum perempuan.
Lewat tulisan tentang cara memakai partikel ini, kami berharap bisa membantu pembelajar sedikit banyak memahami cara pemakaian sistem kata ini, agar bahasa Jepang tidak menjadi tembok atau penghalang saat berbicara dengan orang Jepang.
Baca juga:
10 Pola Tata Bahasa Jepang Berbentuk Negatif ~ない yang Paling Sering Muncul dalam Soal JLPT
20 Kata Kerja Dasar yang Dipakai dengan Partikel に