Kalimat Percakapan Bahasa Jepang yang Umum Dipakai dan Cara Memakainya
Terjemahan otomatis dari bahasa Vietnam. Lihat versi asli.
Kalimat Percakapan Bahasa Jepang yang Umum Dipakai dan Cara Memakainya
Dalam tulisan ini kita akan belajar kalimat-kalimat sapaan dan cara pemakaiannya yang paling umum dalam bahasa Jepang.
Pelajaran 1: Konnichiwa – Konbanwa
こんにちは – konnichiwa : Halo atau selamat siang sore
こんばんは – konbanwa : Selamat malam
Cara pakai:
– Ketika bertemu orang yang tidak dikenal.
– Menyapa orang yang kurang kamu kenal.
– Ketika menelepon pada malam hari.
– Menyapa ketika masuk toko atau masuk rumah seseorang tetapi tidak melihat ada orang di situ
– Sapaan di depan orang banyak dalam sebuah rapat.
Hindari memakainya dalam hal-hal berikut:
– Anggota keluarga, orang yang lebih tua.
– Kenalan yang setiap hari kamu temui seperti teman, rekan kerja ….
– Perhatikan: – Hanya menyapa 1 kali sehari kepada 1 orang.
Contoh: A, B belum begitu saling mengenal.
A: こんにちは (Halo)
B: こんにちは (Halo)
A: こんばんは ( Selamat malam)
B: こんばんは ( Selamat malam)
– Di dalam toko:
A: こんにちは (Halo)
Pramuniaga: はーい (Hai – Ya)
B:こんばんは ( Selamat malam)
Pramuniaga: いらっしゃいませ (irasshai mase)
Selamat datang
Mengenal budaya berkomunikasi Jepang
Orang Jepang ketika bertemu biasanya membungkuk atau menganggukkan kepala, jarang berjabat tangan. Bergantung pada usia dan kedudukan lawan bicara maka dalam-dangkalnya bungkukan atau anggukan pun berbeda.
Saat bercakap-cakap, orang Jepang sering mengangguk untuk menunjukkan bahwa mereka menyimak cerita lawan bicara. Berhentinya anggukan di sini tidak berarti setuju atau menyepakati pendapat, jadi sebaiknya dipastikan kembali agar tidak menimbulkan salah paham.
Terhadap orang yang perlu kamu hormati maka jangan memakai ” こんにちは – konnichiwa ” atau “こんばんは – konbanwa” Kalau tidak menemukan sapaan yang sesuai maka sebaiknya mengangguk atau membungkuk, atau memakai beberapa kalimat basa-basi lainnya.
Pelajaran 2 : Ohayoo Gozai masu.( おはよう ございます )
おはよう – Ohayoo (selamat pagi) dipakai dalam hubungan yang akrab.
おっす – Ossu (selamat pagi) dipakai dalam hubungan yang sangat sangat akrab, dipakai kaum laki-laki.
Dipakai ketika:
– Bertemu pertama kali dengan orang-orang di rumah atau kenalan yang biasa kamu temui.
– Terhadap orang yang harus kamu hormati atau orang tua maka harus dipakai kalimat lengkap “Ohayoo Gozai masu. おはよう ございます ”
– Terhadap orang yang lebih muda atau sederajat, atau kedudukannya lebih rendah maka bisa dipakai kalimat sederhana ”
おはよう – Ohayoo ”
Perhatikan:
– Jangan dipakai kepada orang yang tidak akrab.
– Hanya menyapa 1 kali sehari kepada 1 orang.
Contoh: A,B berteman dan seumuran.
A: おはよう ございます. (selamat pagi)
B おはよう. (selamat pagi)
Pelajaran 3: Sayoonara
1. さようなら。Sayoonara (selamat tinggal)
2. では、 また。 Dewa mata (sampai jumpa lagi)
3. 失礼します (しつれいします) Shitsurei shimasu (saya permisi duluan)
4. お休みなさい (おやすみなさい)Oyasumi nasai (Selamat tidur)
Dipakai ketika:
– Setelah berpisah ada jangka waktu tidak bertemu maka dipakai “さようなら。Sayoonara” atau yang lebih singkat “さよなら。Sayonara”
– Saat hendak berpisah, tetapi mungkin bertemu lagi maka dipakai “では、 また。 Dewa mata ” atau singkatnya “じゃ、 また。 ya (zya atau jya), mata” ; “じゃね yane”
– Saat bangkit berdiri berpamitan kepada tuan rumah dipakai ” 失礼します (しつれいします) Shitsurei shimasu ”
– Saat menutup telepon maka “失礼します (しつれいします) Shitsurei shimasu”
– Saat berpisah dengan kenalan pada malam hari maka dipakai ” お休みなさい (おやすみなさい)Oyasumi nasai ” atau singkatnya “おやすみ oyasumi” selamat tidur
Perhatikan:
Kecuali “失礼します (しつれいします) Shitsurei shimasu” cara menjawab kalimat perpisahan lainnya sebagian besar adalah mengulang kalimat orang yang berbicara lebih dulu, tetapi perlu diperhatikan tingkat kesopanannya
Contoh:
1. A,B 2 orang seumuran. A pulang ke tanah air berpisah dengan B
A : さようなら。Sayoonara (selamat tinggal)
B: さよなら。Sayonara (selamat tinggal)
2. A,B sama-sama keluar dan di tengah jalan berpisah
A: では、 また。 Dewa mata (Kalau begitu sampai jumpa lagi)
B: じゃ、 また。 ya, mata (Sampai jumpa)
3. Sedang berada di rumah B, A bangkit berdiri berpamitan pulang
A: では (dewa), 失礼します (しつれいします) Shitsurei shimasu
Saya permisi pulang duluan ya
B: また、来てください( また、きてください ) mata, kitekudasai
Lain kali mampir lagi
4. Menutup panggilan telepon.
A: では (dewa), 失礼します (しつれいします) Shitsurei shimasu
Kalau begitu sudah dulu ya
B: ごめんんください。 gomen kudasai . Bye
5. Berpisah pada malam hari
A: お休みなさい (おやすみなさい)Oyasumi nasai (Selamat tidur)
B: おやすみ. oyasumi selamat tidur
6.Di depan pintu rumah B, A berpamitan kepada B
A: じゃ、 おじゃま しました。Ja, ojama shimashita.
Maaf sudah merepotkan Anda.
Pelajaran 4: Sumimasen.
すみません。Sumimasen : Maaf, permisi, terima kasih
Dipakai ketika:
– Ketika ingin orang lain membantu seperti menanyakan jalan, membeli barang ….
– Ketika orang lain membantumu seperti membantu memungut barang, menunjukkan jalan, memberikan tempat duduk …..
Perhatikan:
– Ketika ingin orang lain membantu, kamu menyapa dengan “すみません。Sumimasen” . Kalau lawan bicara berada pada jarak tertentu kamu harus mengucapkan keras-keras “すみません。Sumimasen” agar orang itu memperhatikanmu. Kalau berbicara langsung maka memakai “すみません。Sumimasen” terasa wajar; selain itu sebaiknya memakai “すみませんが。sumimasen ga” dengan nada lembut sehingga pendengarnya merasa akrab dan dekat.
– kalau orang menyapamu dengan “すみません。Sumimasen” atau “すみませんが。sumimasen ga” maka jawaban sederhananya adalah はーい (Hai – Ya).
Contoh:
1. Di dalam toko
A: すみません。Sumimasen : Permisi
Pramuniaga: はーい (Hai) , 何にしましょうか .(nani ni shimashoo ka)
Ya , Anda perlu apa?
2. Di dalam toko
Pramuniaga: すみません . これ は お客 (きゃく) さん の もの でしょ うか。
Sumimasen. Kore wa okyaku san no mono deshoo ka?
Maaf. apakah ini barang milik Anda yang terjatuh?
B: ああ。 どうも すみません。
aa. Ya terima kasih banyak.
Mengenal budaya berkomunikasi di Jepang
– すみません。Sumimasen juga bermakna “sungguh tidak enak” yang menyatakan kerendahan hati dan rasa terima kasih. pada dasarnya kalau kamu merepotkan orang lain maka harus memakai “すみません。Sumimasen”. Dan itu kalimat yang selalu terucap dari mulut orang Jepang. Ini kalimat basa-basi yang menciptakan keakraban dalam berkomunikasi.
Pelajaran 5: ありがとう ございます。Arigatooo gozaimasu
Dipakai ketika:
– ketika memerlukan bantuan untuk melakukan sesuatu dan dibantu orang lain maka dipakai kalimat “ありがとう ございます。Arigatooo gozaimasu” terima kasih banyak. Sedangkan “すみません。Sumimasen” dipakai untuk berterima kasih kepada orang lain yang membantumu melakukan sesuatu yang tidak kamu duga sebelumnya
– Saat orang lain mempersilakan atau memujimu.
Contoh:
1.
A: じゃ、 コーヒーをどうぞ.
Ja, koohii o doozo. Silakan minum kopi.
B: ありがとう ございます。
Arigatooo gozaimasu – terima kasih.
2.
A: じゃ、くるま で おくり ましょう。
Ja, kuruma de okuri mashoo. Kalau begitu biar saya antar dengan mobil.
B: ありがとう ございます。
Arigatooo gozaimasu – terima kasih.
3.
A: B さん, 日(に) 本(ほん) 語(ご)が お 上手(じょうず) ですね。
B san, nihongo ga ojoozu desune – B, bahasa Jepangmu bagus sekali.
B: ありがとう ございます。
Arigatooo gozaimasu – terima kasih.
Pelajaran 6: Arigatoo gozaimashita
ありがとう ございました。 Arigatoo gozaimashita : Terima kasih
Dipakai ketika:
– Ketika seseorang sudah meluangkan jangka waktu tertentu untuk melakukan sesuatu bagimu, pakailah kalimat ini untuk menyatakan terima kasih langsung kepada orang itu, misalnya ketika seseorang datang ke bandara menjemputmu, atau setelah kamu berpidato ..dsb… untuk menyatakan rasa terima kasih kepada pendengar, sebaiknya dipakai kalimat ini setelah membacakan pidato
Contoh:
1. Di bandara
A: ようこそ いらっしゃい ました。
Yooko iashai mashita. selamat datang.
B: ありがとう ございました。
Arigatoo gozaimashita : Terima kasih.
2. Setelah membacakan pidato
ご清聴(ごせいちょう), どうも ありがとう ございました。
Goseichoo, doomo arigatoo gozaimashita
Terima kasih semuanya sudah menyimak.
3.
A: 昨日(きのう), どうも ありがとう ございました。
Kinoo, doomo arigatoo gozaimashita
Kemarin benar-benar terima kasih.
B: いいえ。iie. Sama-sama
Mengenal budaya berkomunikasi Jepang
– Karena pengaruh budaya Barat, setelah dipuji orang lain, orang Jepang biasanya tidak menyangkal melainkan menerima pujian itu dengan senang hati. Kaum muda sering memakai kalimat ini.
Pelajaran 7: Itadakimasu.
いただきます。Itadakimasu Terima kasih atas santapannya
Dipakai ketika:
– Saat mulai bersantap.
Contoh:
1. Di restoran
A: じゃ, どうぞ。
Ja, doozo. Nah, silakan.
B: はい, いただきます。
Hai, Itadakimasu Terima kasih, kalau begitu saya tidak sungkan.
2. Di rumah A
A の母: B さん, ごはん です よ。
Ibu A: ayo makan..
B: はーい、ああ。おいし そう。 いただきます。
Ya, kelihatannya enak sekali. Kalau begitu saya makan ya.
Mengenal budaya berkomunikasi Jepang
– ” いただきます。Itadakimasu ” biasanya diterjemahkan “Saya makan”,” Kalau begitu saya tidak sungkan” , makna asli ” いただきます。Itadakimasu ” adalah”menerima” sehingga kalimat ini bukan hanya bermakna terima kasih atas jamuannya, melainkan juga menyatakan rasa terima kasih atas jamuannya, melainkan juga menyatakan rasa terima kasih atas kesempatan menikmati makanannya.
Baca juga artikel:
Belajar 100 Kaiwa Bahasa Jepang yang Umum Dipakai
200 Kalimat Percakapan Bahasa Jepang yang Umum Dipakai