Belajar Tata Bahasa N3 – Minggu 2 Hari 3
Terjemahan otomatis dari bahasa Vietnam. Lihat versi asli.
Belajar Tata Bahasa N3 – Minggu 2 Hari 3
Kumpulan tata bahasa N3 yang paling sering dipakai.
Berikut isi tata bahasa N3 yang paling sering dipakai bagi kalian yang mengikuti ujian JLPT
Cara membendakan kata kerja dan kata sifat.
I. Cara 1: ~さ (~sa)
Kalian pasti sering mendengar 嬉しさ(ureshisa)、暑さ(atsuisa)、重さ(omo sa)、まじめさ (majimesa)….
Mengubah kata sifat ke bentuk ~さ(~sa) cukup sederhana.
Untuk kata sifat berakhiran “i” kita buang “i”-nya, kata sifat berakhiran “na” kita buang “na”-nya lalu tambahkan “さ – sa”, maka jadilah sebuah kata benda.
Khusus kata sifat いい(ii-baik; indah; benar) berubah menjadi よさ (yosa).
Perhatikan bahwa cara ini dipakai untuk menunjukkan suatu sifat atau perasaan, beserta tingkatannya.
Contoh
1. 大きさは違うが、君と同じかばんを持って い るよ。(=どのぐらい大きいか)
Ookisa wa chigau ga, kimi to onaji kaban wo motte iru yo. (=dono gurai ookii ka)
Meskipun ukurannya berbeda, saya punya tas yang sama denganmu lho.
2. 子供に命の大切さを教えなければならない。(=命がどの ぐらい大切か)
Kodomo ni inochi no taisetsu-sa wo oshie nakereba naranai. (=inochi ga dono gurai taisetsu ka)
Harus mengajarkan kepada anak-anak pentingnya kehidupan
II. Cara 2: ~み (~mi)
Sama seperti cara 1, ini juga cara mengubah kata sifat berakhiran “i” dan “na” menjadi kata benda.
Untuk kata sifat berakhiran “i” kita buang “i”-nya, kata sifat berakhiran “na” kita buang “na”-nya lalu tambahkan “み – mi”.
Perhatikan bahwa cara ini dipakai untuk menunjukkan sifat yang mewakili keadaan yang sudah terjadi.
Misalnya 悲しみ(kanashimi – kesedihan)、弱み(yowami – kelemahan) 、痛み(itami – rasa sakit)、真剣み(shinkenmi – kesungguhan)
Karena itu cara bicara seperti 大きみ(ookimi)、うれしみ(ureshimi)、暑 み(atsumi)、まじめみ (majimemi) tidak ada dalam bahasa Jepang.
Contoh
1. 戦争が終わった今でも、この国の苦しみはまだ続いている。(=苦しい状態)
Sensou ga owatta ima demo, kono kuni no kurushimi wa mada tsuduite iru. (=kurushii joutai)
Bahkan sekarang setelah perang berakhir, penderitaan masih berlangsung di negara ini.
2. 田中さんの強みは、二つの言語が話せるということ で す。(=強い点)
Tanaka-san no tsuyomi wa futatsu no gengo ga hanaseru to iu koto desu.
Kelebihan Pak Tanaka adalah bisa berbicara 2 bahasa.
III. Cara 3: ~こと (~koto)
Cara ini pasti sudah sangat umum dan akrab bagi kalian, bukan?
Cukup mengubah kata kerja, kata sifat, dan kata benda ke bentuk biasa lalu menambahkan “koto”, selesai.
Perhatikan sedikit bahwa bentuk kini sederhana dari kata sifat berakhiran “na” tetap memakai “na”, sedangkan kata benda diubah ke bentuk “N de aru” atau “N no”.
Dalam struktur ini “N no koto” atau “N de aru koto” bermakna “Mengenai N maka~”
Contoh
1. 来週のテストのことで、質問があります。(=テストについて )
Raishuu no tesuto no koto de, shitsumon ga arimasu. (=Tesuto ni tsuite)
Saya punya pertanyaan tentang ujian minggu depan.
2. 田中さんが入院したことを知っていますか?(=入院したという 事実)
Tanaka-san ga nyuuin shita koto wo shitte imasu ka?
Apakah kamu tahu bahwa Pak Tanaka harus dirawat di rumah sakit?
IV. Cara 4: ~の (~no)
Cara bicara ini tampaknya paling umum.
Cukup mengambil bentuk biasa dari kata kerja, kata sifat, dan kata benda lalu menambahkan “no” di belakangnya, maka sudah menjadi cara membendakan.
Perhatikan bahwa bentuk kini sederhana dari kata sifat berakhiran “na” tetap memakai “na”, sedangkan kata benda ditambah “na”.
Contoh:
1. 田中さんに電話するのをすっかり忘れていました。(=電話す ること)
Tanaka-san ni denwa suru-no wo sukkari wasurete imashita. (=denwa suru koto)
Saya lupa menelepon Pak Tanaka.
2. 日曜日に混んだところへ行くのは、あまり好きじゃない。(=行くこと )
Nichiyoubi ni konda tokoro e iku-no wa amari suki janai.
Pergi ke tempat yang ramai pada hari Minggu tidak terlalu saya sukai.